Sunday, 29 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Jelang FOMC: Oil Bullish Sampai Kapan?
Monday, 15 September 2025 16:22 WIB | MARKET ANALYSIS |brent oilOil,Crude Oil

Harga minyak lanjut naik karena risiko pasokan Rusia (Primorsk, Ust-Luga, Kirishi) + dolar melemah jelang peluang pemangkasan 25 bps The Fed. Poin penting: Brent $67,20 / WTI $62,94; serangan drone berpotensi mengurangi ekspor Rusia ke India & Tiongkok; data Tiongkok lemah (pabrik/ritel) tapi throughput kilang & "apparent demand" naik; sentimen juga dipengaruhi kabar tarif dagang (G7/AS) serta kekhawatiran permintaan BBM AS. Intinya, ada premi risiko pasokan yang mengangkat harga, sementara sisi permintaan campuran menahan reli terlalu jauh.

Prospek ke Depannya : Bias jangka pendek cenderung naik moderat selama gangguan Rusia belum pulih penuh dan USD tetap lembek pasca-Fed. Jika Fed dovish (-25 bps + sinyal lanjut), itu menopang oil; kalau pesan hati-hati, kenaikan bisa tersendat. Pemulihan cepat operasi Primorsk/Ust-Luga - premi risiko susut (harga bisa koreksi); eskalasi serangan - premi risiko bertambah (harga dorong lebih tinggi). Hal yang perlu dipantau: konfirmasi status ekspor Rusia, hasil FOMC & nada Powell, pembicaraan AS-Tiongkok, dan rilis data permintaan BBM AS empat faktor ini yang kemungkinan mengarahkan pergerakan berikutnya.(ads)

Harga minyak saat artikel ini ditulis adalah $67.12
PERNYATAAN
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Perak Sesi Eropa Kemana?...
Friday, 9 January 2026 15:55 WIB

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundament...

Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pasar...
Thursday, 8 January 2026 17:19 WIB

Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sent...

Perak Kembali Menggila? $78 Menjadi Perebutan Kekuasaan!...
Thursday, 8 January 2026 10:21 WIB

Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...

Jelang Data AS, Emas Berbalik Turun...
Wednesday, 7 January 2026 19:41 WIB

Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...

Brent Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan Global...
Wednesday, 7 January 2026 10:39 WIB

Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS